Bangun Desa Tangguh Bencana, Tim BSPD USK Terapkan IoT dan Geospasial di Lampahan Timur

Suharyono
9 Feb 2026 22:38
News 0 178
3 menit membaca

Redelong, Matakeadilan.id //

9 Februari 2026 — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Mahasiswa Berdampak UKM Badan Siaga Bencana Daerah (BSPD) Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan program pemberdayaan masyarakat tangguh bencana berbasis Internet of Things (IoT) dan geospasial di Gampong Lampahan Timur, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah.

 

Program ini diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dan melibatkan 50 mahasiswa dari berbagai program studi di USK. Kegiatan bertujuan mendukung pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut pada akhir Desember 2025 sekaligus meningkatkan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana secara berkelanjutan.

 

Sebelum keberangkatan ke lokasi, tim mendapatkan pengarahan dari Ketua Pengabdi sekaligus Dosen Pembimbing, Ir. Freddy Sapta Wirandha, S.T., M.Eng. Dalam arahannya, Freddy menekankan pentingnya pelaksanaan program yang berdampak langsung bagi masyarakat. “Harapannya kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan memberi dampak nyata bagi masyarakat Gampong Lampahan Timur dalam pemulihan pascabencana serta meningkatkan ketangguhan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya. Kegiatan pengarahan juga dihadiri oleh anggota tim pengabdi Irwandi, S.Si., M.Si., Ph.D dan Dr. Ir. Marwan, S.Si., M.T., IPM., ASEAN Eng., APEC Er.

 

Pelaksanaan kegiatan di desa diawali dengan sosialisasi program pada 8 Februari 2026 yang dihadiri oleh perangkat desa dan masyarakat, termasuk Kepala Desa (Reje) Lampahan Timur Fadli, Sekretaris Desa Muhammad Iqbal, Kepala Dusun Andi, serta warga setempat. Meskipun kondisi Meunasah Al Aqsa masih mengalami kerusakan akibat bencana, antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan menunjukkan semangat untuk bangkit dan membangun kembali.

 

Ketua Tim PKM, Rafi Gustian Ridho Hidayat, menjelaskan bahwa program yang dilaksanakan meliputi pemetaan geospasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menghasilkan peta rawan bencana, peta tutupan lahan, jalur evakuasi, dan peta administrasi desa. Selain itu, dilakukan pemetaan sumber air bersih untuk mengidentifikasi akuifer bawah permukaan, pengembangan sumber air bersih berbasis tenaga surya dan IoT, serta edukasi kebencanaan seperti mitigasi bencana dan ketahanan sosial-ekonomi, termasuk ketahanan pangan dan perencanaan logistik keluarga saat darurat.

 

Program lainnya adalah pendampingan pembentukan Kelompok Masyarakat Sadar Bencana (POKDARNA) serta mendorong penyusunan qanun gampong tentang mitigasi bencana sebagai upaya memperkuat regulasi dan ketangguhan bencana di tingkat desa. “Kami sangat mengharapkan keterlibatan aktif masyarakat agar terjadi transfer ilmu pengetahuan dan teknologi serta pembelajaran bersama antara mahasiswa dan masyarakat,” jelas Rafi.

 

Kepala Desa Lampahan Timur, Fadli, menyambut baik kehadiran tim PKM USK. Ia menyampaikan apresiasi dan komitmen penuh Pemerintah Gampong untuk mendukung pelaksanaan program dengan menunjuk Sekretaris Desa dan Kepala Dusun sebagai koordinator lapangan serta membuka komunikasi intensif selama kegiatan berlangsung.

 

Selain kegiatan di tingkat gampong, tim PKM Mahasiswa Berdampak BSPD USK juga akan melakukan koordinasi dan kerja sama dengan instansi terkait di Kabupaten Bener Meriah serta Pusat Riset STEM USK. Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan strategi Build Back Better, khususnya transformasi digital dalam rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Siklon Tropis Sinyar yang merusak sejumlah fasilitas pendidikan. Hasil diskusi dengan instansi terkait diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi strategis dalam pembangunan kembali fasilitas pendidikan yang terintegrasi dengan peningkatan ketangguhan bencana di wilayah terdampak.

(juasyah)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x