Akses Pulih, Jembatan Weh Gegaring Kembali Menghidupkan Pantan Sinaku

Redaksi
22 Jan 2026 19:48
News 0 223
2 menit membaca

Bener Meriah, Matakeadilan.id //

Roda kehidupan masyarakat Kampung Pantan Sinaku, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, kembali bergerak seiring difungsikannya jembatan darurat Weh Gegaring.

Infrastruktur penghubung vital tersebut sebelumnya mengalami kerusakan berat akibat banjir bandang dan longsor yang melanda kawasan itu pada akhir November 2025, sehingga aktivitas warga sempat terhenti dan keterisolasian tidak terhindarkan.

Pemulihan akses transportasi ditandai melalui peresmian jembatan darurat pada Kamis, 22 Januari 2026. Momentum tersebut diiringi doa syukuran bersama warga sebagai simbol bangkitnya kembali harapan kolektif masyarakat.

Suasana kebersamaan tampak kuat, mencerminkan rasa lega atas tersambungnya jalur utama menuju pusat kecamatan.

Bencana alam yang terjadi beberapa bulan lalu telah meninggalkan dampak signifikan terhadap infrastruktur dasar, terutama jaringan jalan dan jembatan.

Weh Gegaring menjadi salah satu titik krusial karena fungsinya menopang mobilitas sosial dan ekonomi, khususnya sektor pertanian yang menjadi tulang punggung warga setempat.

Acara peresmian turut dihadiri unsur Forkopimcam Pintu Rime Gayo, aparatur kampung, tokoh masyarakat, serta perwakilan TNI dan Polri.

Kehadiran lintas unsur tersebut menegaskan soliditas antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam proses pemulihan pascabencana.

Dalam sambutannya, Kapolsek Pintu Rime Gayo AKP Suci, S.H. menekankan pentingnya menjaga harmoni sosial serta menjadikan musibah sebagai ruang refleksi bersama.

Pesan tentang kepedulian terhadap lingkungan dan penguatan nilai kebersamaan turut disampaikan sebagai bagian dari upaya pencegahan bencana serupa di masa mendatang.

Sementara itu, Bedel Kampung Pantan Sinaku Rahmatsyah mengungkapkan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat sejak masa tanggap darurat hingga pembangunan jembatan darurat.

Ungkapan terima kasih tersebut merepresentasikan aspirasi warga agar pemulihan infrastruktur berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan.

Dengan kembali berfungsinya jembatan darurat Weh Gegaring, akses transportasi kini berada dalam kondisi normal.

Aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Pantan Sinaku pun berangsur stabil, menandai fase pemulihan menuju kehidupan yang lebih berdaya dan berkelanjutan.(Zhoncobra)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x