Askes Jalan Terputus, Masyarakat Dua Kabupaten Rela Jalan Kaki ke Lhokseumawe Demi Kebutuhan Pangan

Redaksi
15 Des 2025 01:06
News 0 55
2 menit membaca

Bener Meriah, Matakeadilan.id –

Pasca Bencana banjir bandang dan longsor yang menimpa kedua kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah Masyarakat kedua kabupaten tersebut terpaksa menempuh perjalanan kaki menuju Kota Lhokseumawe untuk mencari beras karena masih terisolir akibat akses jalan nasional putus pascabencana banjir bandang dan tanah longsor.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya menceritakan, ia bersama istrinya menempuh perjalanan penuh tantangan ke Lhokseumawe hanya demi membeli beras dan bahan sembako, BBM dan lainnya.

“Sebelumnya kami satu hari sudah tidak masak di rumah, tidak ada apapun lagi. Akhirnya terpaksa nekat pergi belanja ke Lhokseumawe,” ungkapnya.

Dia mengatakan, pasca bencana ruas Jalan KKA sebagai satu-satunya akses terdekat menuju Kota Lhokseumawe telah lumpuh total. Banyak titik jalan amblas tergerus banjir dan tertimbun longsor.

Dari Takengon, ia menaiki sepeda motor sampai ke Kampung Buntul Kecamatan Permata Kabupaten Bener Meriah, dan menitipnya di rumah warga dengan membayar Rp10 ribu.

Jelasnya lagi, Saat memutuskan akan pergi belanja ke Lhokseumawe, kondisi di Takengon sudah mengalami krisis pangan, beras tidak lagi dijual di pasar, jikapun ada harganya sudah tidak dapat sesuai.

“Kalau kita cuma harap bantuan dari pemerintah gak bisa, tidak makan anak kita di rumah” ungkapnya”

Selain jalan KKA akses menuju kabupaten Bireuen juga terputus saat ini pemerintah masih melakukan perbaikan jembatan di Teupin Mane yang menghubungkan kedua kabupaten tersebut dengan Kabupaten Bireuen, selain jembatan Teupin Mane banyak jembatan yang terputus seperti jembatan Lampahan, jembatan Timang Gajah, Jembatan Tenge Besi, Jembatan Enang-enang.

Untuk saat ini akses sementara melalui kampung Weh porak yang mana warga disana bergotong royong membuat Jembatan darurat untuk Bisa di lalui sebagai akses Logistik dan akses keluar masuk warga ke Kabupaten lainnya.

Ia berharap Pemerintah trus bergerak cepat memperbaiki akses jalan, sebab jika tidak ia kawatir masyarakat akan terdesak oleh kebutuhan dan keadaan ekonomi yang terus memburuk.

“Hasil bumi kami tidak dapat di jual jikapun ada yang membelinya harganya sangat murah tentunya tidak dapat mencukupi kebutuhan kami, sampai kapan kami hanya berharap pada bantuan pemerintah”, tutupnya.(Juansyah)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x