
Medan, Matakeadilan.id –
Kegiatan sosialisasi dan simulasi kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi yang dilaksanakan di halaman Kantor Wali Kota Medan berlangsung dengan lancar dan tertib, Selasa (4/11/2025).
Acara ini diikuti oleh sekitar 15 lembaga dan instansi terkait yang memiliki peran penting dalam penanggulangan bencana di Kota Medan.
Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Sebanyak 29 personel PMI Kota Medan dikerahkan, terdiri dari tim ambulans, tim evakuasi, tim trauma healing, serta sejumlah relawan yang bertugas sebagai korban simulasi bencana.
Kepala Markas PMI Kota Medan, Zulhamsyah menjelaskan, keterlibatan PMI dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen untuk selalu siap siaga dalam menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah Kota Medan.
“PMI Kota Medan mengirimkan personel lengkap dengan berbagai tim pendukung agar pelaksanaan simulasi ini dapat berjalan realistis dan sesuai prosedur penanganan darurat bencana,” ujar Zulhamsyah selaku Kepala Markas PMI Kota Medan.
Sementara itu, Kabid Penanggulangan Bencana PMI Kota Medan, Dian Tribakti Susanto, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di lembaga-lembaga terkait, terutama dalam hal mitigasi bencana di Kota Medan dan wilayah Sumatera Utara secara umum.
“Simulasi ini menjadi ajang pembelajaran penting bagi seluruh pihak agar lebih tanggap, terlatih, dan siap menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam di masa mendatang,” terangnya.
Kegiatan simulasi ini juga mendapat perhatian langsung dari Wali Kota Medan Rico Waas, yang juga hadir memantau jalannya kegiatan didampingi beberapa kepala dinas terkait.
Sejak dimulainya kegiatan hingga berakhir, Wali Kota turut menyaksikan setiap tahapan simulasi dengan antusias.
Dalam simulasi tersebut, diperagakan berbagai skenario penyelamatan korban gempa bumi di area Kantor Wali Kota Medan.
Tim pemadam kebakaran melakukan evakuasi dari lantai 3 dan 4 menggunakan tangga darurat, sementara tim Vertikal Rescue Indonesia memperagakan teknik “suspension system” dan “lowering system” untuk menurunkan korban dari gedung tinggi dengan aman.
Setelah proses evakuasi, seluruh korban simulasi langsung ditangani oleh tim evakuasi dan ambulans PMI Kota Medan sesuai dengan pedoman keselamatan dan prosedur medis darurat.
Para relawan PMI yang berperan sebagai korban memperagakan berbagai kondisi cedera, mulai dari luka ringan seperti lebam dan goresan, hingga cedera berat seperti patah tulang pada tangan dan kaki. Hal ini dilakukan agar simulasi tampak realistis dan mendekati kondisi sebenarnya di lapangan.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga menjelang siang ini berjalan sesuai rencana. Seluruh peserta menunjukkan semangat dan kerja sama yang tinggi.
PMI Kota Medan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan berharap kegiatan semacam ini terus dilakukan secara berkala untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana di Kota Medan.(Herman)


Tidak ada komentar