
Bener Meriah, Matakeadilan.id –
Wakil Bupati Kabupaten Bener Meriah Ir. H. Armia, akan menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertema Kawasan Transmigrasi pada hari Kamis, 23 Oktober 2025 mendatang, di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Bener Meriah.
Acara ini dijadwalkan dimulai pukul 08:00 WIB dan berlangsung hingga selesai, dengan tujuan membahas isu-isu strategis terkait pengembangan kawasan transmigrasi di wilayah tersebut.
Undangan resmi untuk acara ini telah diterbitkan dengan nomor MOR: 500.18.6/1212, tanggal 16 Oktober 2025. FGD ini diharapkan menjadi wadah diskusi kolaboratif antara pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pelaku usaha, lembaga lingkungan, penyuluh pertanian, serta tokoh masyarakat setempat.
Pembahasan difokuskan pada tantangan dan peluang di kawasan transmigrasi, seperti peningkatan produktivitas pertanian, pengelolaan hutan desa, dan keberlanjutan lingkungan.Wakil Bupati Bener Meriah, dalam pernyataan resminya, menekankan pentingnya partisipasi aktif dari semua pihak untuk mewujudkan kawasan transmigrasi yang mandiri dan berkelanjutan. “Acara ini akan menjadi momentum untuk menyatukan visi dan strategi dalam mengoptimalkan potensi kawasan transmigrasi, yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Bener Meriah,” ujarnya.
Acara ini mengundang 35 peserta kunci dari berbagai instansi dan komunitas, antara lain : Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Bener Meriah Katahati Institute Aceh, Conservation Response Unit (CRU), World Wide Fund For Nature Aceh (WWF), Koordinator Balai Penyuluh Pertanian Samar Kilang Kecamatan Syiah Utama Kabupaten Bener Meriah, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian Uwer Tingkem Kecamatan Mesidah Kabupaten Bener Meriah.
Koordinator Balai Penyuluh Pertanian Arul Gading Kecamatan Pintu Rime Gayo Kabupaten Bener Meriah, Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Wilayah Kerja Kecamatan Syiah Utama Kabupaten Bener Meriah, Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Wilayah Kerja Kecamatan Pintu Rime Gayo Kabupaten Bener Meriah Ketua Koperasi Desa Merah Putih Syariah Wihni Durin Kecamatan Syiah Utama Kabupaten Bener Meriah, Ketua Koperasi Desa Merah Putih Syariah Rata Mulie, Ketua Koperasi Produsen Syariah Bersama Kawasan Transmigrasi, Ketua Lembaga Pengelolaan Hutan Desa (LPHD) Wihni Durin, Kepala Desa Blang Rakal Kecamatan Pintu Rime Gayo Kabupaten Bener Meriah, Kepala Desa Pancar Jelobok Kecamatan Pintu Rime Gayo Kabupaten Bener Meriah, Kepala Desa Wihni Durin Kecamatan Syiah Utama Kabupaten Bener Meriah, Kepala Desa Rata Mulie Kecamatan Syiah Utama Kabupaten Bener Meriah, Kepala Desa Sosial kecamatan Mesidah Kabupaten Bener Meriah, Kepala Dusun Teget Kecamatan Pintu Rime Gayo Kabupaten Bener Meriah, Kepala Dusun Jalung Kecamatan Pintu Rime Gayo Kabupaten Bener Meriah, Kepala Dusun Wih Uning Kecamatan Syiah Utama Kabupaten Bener Meriah, Kepala Dusun Rebe Tebuk Kecamatan Syiah Utama Kabupaten Bener Meriah, Kepala Dusun Arul Munte Kecamatan Syiah Utama Kabupaten Bener Meriah, Kepala Dusun Arul Item Kecamatan Syiah Utama Kabupaten Bener Meriah, Ketua Kelompok Tani Ben Uwet Wih Ni Duren Kecamatan Syiah Utama Kabupaten Bener Meriah, Ketua Kelompok Tani Kati Musara Wih Ni Duren Kecamatan Syiah Utama Kabupaten Bener Meriah, Ketua Kelompok Tani KWT Maju Sejahtera Wih Ni Duren Kecamatan Syiah Utama Kabupaten Bener Meriah, Ketua Kelompok Tani Tebuk Tue Wih Ni Duren Kecamatan Syiah Utama Kabupaten Bener Meriah, Ketua Kelompok Tani Trans II Wih Ni Duren Kecamatan Syiah Utama Kabupaten Bener Meriah, Ketua Kelompok Tani Trans Jaya Wih Ni Duren Kecamatan Syiah Utama Kabupaten Bener Meriah, Ketua Kelompok Tani Dusun Teget Kecamatan Pintu Rime Gayo Kabupaten Bener Meriah, Ketua Kelompok Tani Desa Sosial Kecamatan Mesidah Kabupaten Bener Meriah, Pengurus Kelompok Tani Desa Trans Rata Mulie Kecamatan Syiah Utama Kabupaten Bener Meriah, Pengurus Koperasi Desa Merah Putih di Blang Rakal Kecamatan Pintu Rime Gayo Kabupaten Bener Meriah, Ketua Koperasi Permata Gayo Kecamatan Bandar Kabupaten Bener Meriah.
Keikutsertaan lembaga lingkungan seperti WWF dan CRU menunjukkan komitmen acara ini terhadap aspek konservasi, sementara perwakilan koperasi dan kelompok tani diharapkan membawa perspektif lapangan langsung dari kawasan transmigrasi.
Pemerintah Kabupaten Bener Meriah berharap hasil FGD ini dapat menjadi dasar kebijakan lanjutan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat transmigran.
Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Sekretariat Daerah Kabupaten Bener Meriah. Acara ini terbuka bagi peserta undangan dan diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret bagi pembangunan daerah.(Adang)


Tidak ada komentar