Cerita Siswa MAN Tanjungbalai Ikut CKG, Perasaan Was Was Hingga Takut Jarum Suntik

Redaksi
9 Okt 2025 12:20
News 0 91
2 menit membaca

Tanjungbalai, Matakeadilan.id –

Suasana ceria dan penuh semangat yang biasa mewarnai ruang kelas di Madrasah Aliyah Negeri Tanjungbalai seketika berubah menjadi tegang saat tim medis dari Puskesmas setempat tiba untuk melaksanakan Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada Kamis (09/10/2025). Momen penyuntikan vaksin, yang merupakan bagian dari program CKG, menjadi adegan menegangkan sekaligus mengundang tawa bagi para peserta didik.

Di salah satu sudut ruang kelas yang disulap menjadi tempat cek Kesehatan gratis bersama tim puskesmas M.U.Damanik, terlihat beberapa siswa yang biasanya dikenal berani dan bersemangat, kini tampak pucat pasi. Ekspresi wajah mereka berubah-ubah, mulai dari tegang, was-was, hingga menunduk dan berusaha menghindari pandangan jarum suntik.

Seorang siswa, Febry Rizky, dari kelas X-5, bahkan berusaha bersembunyi di balik punggung temannya. Ketika namanya dipanggil, ia melangkah dengan langkah gontai, seolah berjalan menuju medan pertempuran. Para siswa lain yang sudah selesai disuntik tak henti-hentinya menyoraki dan menyemangatinya, menciptakan suasana riuh yang membuat ketegangan bercampur dengan gelak tawa.

“Tadi malam saya sudah berdoa, semoga jarumnya tidak terasa sakit,” ujar Febry Rizky setelah akhirnya berhasil disuntik, disambut tepuk tangan dan tawa dari teman-temannya. Sementara itu, seorang siswi lainnya, Aulia Zahra, terlihat menutup mata sambil membaca shalawat, mencoba mengalihkan perhatian dari jarum yang mendekat.

Tim medis yang bertugas terlihat sabar dan profesional menghadapi beragam ekspresi ketakutan para siswa. Mereka berusaha menenangkan, memberikan penjelasan, dan memastikan proses penyuntikan berjalan dengan cepat. “Reaksi seperti ini wajar, apalagi pada remaja. Kami mencoba membuat mereka nyaman dan menganggapnya sebagai hal yang tidak perlu ditakuti,” kata salah satu petugas medis.

Kepala MAN Tanjungbalai, Khoirul Amri Hasibuan, S.Pd, M.Pd., mengapresiasi keberanian para peserta didik yang pada akhirnya berhasil melewati momen menegangkan ini. “Meskipun ada rasa takut, pada akhirnya semua siswa menunjukkan sikap kooperatif. Ini adalah bagian dari proses pendewasaan. Yang terpenting adalah mereka semua sudah mendapatkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan,” ujar Kepala MAN Tanjungbalai.

Meskipun diwarnai adegan yang menegangkan, program CKG ini berjalan sukses dan memberikan kesan mendalam bagi seluruh warga madrasah. Kisah ini menjadi cerita seru yang akan terus dikenang, tentang bagaimana ketakutan bisa diubah menjadi keberanian, dengan dukungan dari teman-teman dan para guru.(Red)

 

Sumber  : Muhammad Amri Pasaribu

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x