Masyarakat Blang Rakal Desak Pemerintah Selesaikan konflik Gajah Di Pintu Rime Gayo

Redaksi
4 Apr 2026 18:43
News 0 10
2 menit membaca

Bener meriah, Matakeadilan.id //

Konflik gajah dan manusia yang sudah terjadi sejak belasan tahun di kecamatan Pintu Rime Gayo telah menyebabkan kerugian baik materil dan nyawa baik manusia dan gajah satwa yang di lindungi tersebut,

Tercatat sudah beberapa warga yang kehilangan nyawa dan beberapa ekor gajah yang mati sejak beberapa tahun yang lalu, hal ini menyebabkan trauma dirasakan oleh masyarakat di beberapa desa di kecamatan pintu rime Gayo kabupaten bener meriah di antaranya kampung Blang Rakal, Pantanlah, Negeri Antara Pancar Jelobok, Arul Gading, Rimba Raya dan beberapa kampung lainnya.

Hewan yang di lindungi tersebut kerap merusak tanaman milik warga dan bahkan sudah sampai menimbulkan korban jiwa terakhir tercatat seorang warga kampung Pantanlah meninggal dunia akibat di amuk oleh gajah liar yang masuk ke perkebunan milik korban, dan pada saat ini gajah kerap memasuki pemukiman di beberapa kampung sehingga di kawatirkan jatuhnya korban jiwa baik masyarakat maupun gajah tersebut.

Untuk itu salah seorang tokoh masyarakat Blang Rakal Isbah Mulki kepada media mengungkapkan dirinya beserta masyarakat berharap adanya penanganan kusus dan cepat dari pemerintah terkait guna meminimalisir dan memutus konflik scara permanen antara satwa yang di lindungi tersebut dengan masyarakat di beberapa kampung di kecamatan Pintu Rime Gayo, memang jika kita tarik benang merahnya akar permasalahn ini akibat telah minimnya habitat hewan liar tersebut akibat pembukaan lahan baik lahan perrtanian oleh masyarakat dan pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit oleh beberapa perusahaan hal ini menyebabkan hewan tersebut kehilangan habitat aslinya sehingga kerap masuk ke pemukiman dan merusak tanaman warga.

Ia menangih janji dan wacana pemerintah beberapa waktu lalu mengenai konserpasi gajah yang di canangkan persiden Prabowo yang mana di sediakan lahan sekitar 80 ribu hektar untuk gajah liar yang ada di beberapa wilayah yang berkonflik dengan manusia.

Ia juga berharap seyogyanya program ini akan dilaksanakan secepatnya hingga memutus konflik yang berkepanjangan sejak beberapa tahun yang lalu.

“Kami berharap kepada pemerintah hal ini cepat di realisasikan mengingat saat inipun gajah masih kerap memasuki pemukiman kami, sebab jika pihak terkait lambat memberi solusi kami kawatir akan ada kejadian yang mengancam jiwa , keselamatan, dan kerugian materil yang kami alami ” tutupnya. (MK/Juan)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x